Pengalaman pertama

Muncak Gunung Ciremai

Pada hari itu tepatnya pada tanggal 14 agustus 2007 saya beserta teman saya yang bernama ivan akan berencana menaiki gunung ciremai kegiatan merupakan keinginan saya sejak dahulu, Karena menaiki gunung ciremai merupakan salah satu kegiatan yang saya inginkan, tadinya saya akan mengajak teman – teman dari pecinta alam di sekolah saya tetapi mereka tidak bias ikut karena diantara dari mereka ada keperluan yang penting, dan saya memutuskan untuk pergi berdua saja dengan teman saya kebetulan ivan teman saya sudah cukup berpengalaman dalam naik gunung Ciremai ini, sedangkan saya masih belum perna menaiki puncak gunung Ciremai, tetapi sedikit – sedikit saya tau informasi mengenai gunung ciremai karena saya juga aktf di Pecinta Alam, Rasa penasaran saya untuk mengetahui bagai mana keadaan dan pemandangan yang ada di puncak ciremai membuat saya memberanikan diri untuk naik gunung walaupun hanya dua orang saja, tetapi ada salah seorang teman saya yang sedang menaiki Ciremai namanay toni dia adalah teman satu kelas saya dan juga teman Organisasi, di telah duluan naik bersama anggota yang lain karena dia ikut dal;am kegiatan muncak masal,

Dan pada tanggal 16 Agustus 2007 tapatnya pukul 14.00 wib saya mulai bersiap – siap dengan perlengkapan dan peralatan yang akan saya bawa yang tantunya harus komplit agar tidak menghambat dalam perjalanan, dengan restu dari kedu orangtua dan berdoa kapada allah SWT agar selamat dalam perjalanan, sayapun bernjak dari rumah, saya memilah rute jalan dari Palutungan tepatnya masih di daerah Kuningan, setelah sampai di palutungan ternyata ada banyak orang yang akan menaiki gunung yang jumlahnya cukup banyak dan sayapun tidak hawatir lagi karena saya hanya berdua, dari sanalah saya mulai perjalanan kaki untuk mencapai pos pertama gunung Ciremai yaitu “Cigowong” singkat cerita sayapun sampai di cigowong disana telah banyak orang – orang dari berbagi daerah tidak hanya dari Kuningan saja yang sedang beristirahat,solat dan mengambil air, keren di cigowong terdapat air dan menurut informasi cigowong merupakan tempat terakhir ditemukannya air, jadi kebanyakan orang mengambil air, dan sayapun beristirahat dan mengambil air, setelah selesai beristirahat saya melanjutkan perjalanan kembali, saya bersama oaring – orang yang juga akan melanjutkan perjalanan.

Dalam perjalanan menuju pos berikutnya sudah jarang lagi ditemukan jalan yang datar kebanyakan jalannya sudah mulai menanjak dan mulai melewati hutan yang lebih lebat kami agak kesulitan melewati jalan berikutnya dan harus dibutuhkan kewaspadaan, kerena suasana malam yang gelap dan banyak terdapat akar – akar pohon yang menjulur kejalan sehingga saya sering terpeleset, hawa dingin mulai terasa karena perjalanan kami semakin jauh mencapai ketinggian yang cukup tinggi sehingga suhu udarapun semakin berkurang setiap kami berhenti hawa dingin semakin terasa dan kamipun memakai pekaian yang lebih tebal seperti ; jaket, sarung tangan, sall, dan kupluk untuk melindungi kepala, kami mengganti pakaian kira – kira di pos “Tanjakan Asoy” dari namanya saja sudah kelihat bukan? pasti tanjakannya lebih dari yang sebelumnya dan pastinya kami harus hati – hati,dan dari sana bau belerang sudah mulai terciuam

Dalam perjalanan kami mendapatkan sedikit masalah yang mengagetkan buat saya kami sempat tersasar kami salah mengambil jalan yang seharusnya berbelok kami malah lurus untung saja belum sempat jauh dari jalan yang sebenarnya dan kamipun mencari jalan untuk keluar karena jalan yang kami lewati ternyata buntu, kemudian kami mendengar suara orang – orang yang berada pada jalan yang benar dan kamipun kembali pada jalan semula untung saja kami tidak jadi tersasar, kami mulai melewati jalan batu – batuan dan dari sana sudah terlihat Puncak gunung yang tampaknya sudah tidak jauh lagi disana juga sudah terdapat bunga yang langka yaitu edelwais, namun perjalanannya semakain menantang untuk saya kerena kami sudah melewati batu – batuan yang licin sehingga sayapun sering terpeleset,,

Kamipun sampai di kawasan “Goa wallet” disana sudah banyak orang – orang sedang beristirahat sehingga kamipun suli untuk lewat karena banyak orang yang sedang tidur ada yang di dalam tenda dan ada pula yang menggunakan sleepingbeg disana kami beristirahat sejenak dan mulai melanjutkan perjalanan kembali kerena puncak nampaknya sudah mulai dekat dari sana kita juga bias melihat pemandangan kota yang menkjubkan pada malam hari,.

Dan akhirnya kamipun sampai di Puncak Gunung Ciremai kira – kira pada pukul 04.00 wib, saya terkejut melihat kawah puncak puncak Ciremai yang amat dalam sesampainya disana kami beristirahat di sekitar puncak sambil melihat bintang – bintang di langit dan memandang suasana kota yang terang pada malam dan menunggu hingga terbitnya pajar ternyata sudah banyak orang – orang yang sudah sampi di Puncak dan berkumpul untuk melihat terbitnya pajar, pajar mulai tarbit dari tengah – tengah awan namunkelihatannya kurang jelas karena terhalang oleh awan. Saat pagi tiba saya mulai berjalan – jalan di sekitar pucak untuk melihat – lihat pemandangan yang mengesankan ini, dan disanapun saya bertemu teman – teman pecinta alam yang saya kenal,,

Dan kemudian sayapun bertemu dengan teman saya yang bernama toni, yang telah sampai duluan tadi malam. Dan kami berjalan – jalan di sekitar puncak sambil melihat pemandeangan sampai puas.

pic-right04.jpg


Tinggalkan Balasan